topeng
yang paling sakit itu,
bukanlah ketika berduka,
tapi bila memakai topeng,
topeng senyuman,
demi semua,
kenapa pendam?
kenapa kalau mata aku bercerita,
kau mampu selesaikannya?
biar dipendam saja duka itu,
demi semua.
termenung melihat langit,
pandangan kaku,
tapi mnda penuh tanya,
persoalkan takdir,
ku tanya kenapa,
kadang dukaku melimpah,
lalu aku kesatnya,
dan hati terus betanya,
sampai bila.
lalu aku pakai topeng itu,
kembali ke realiti kehidupan.
No comments:
Post a Comment